Label

ADRT (1) INSPIRASI (1) Kegiatan PMK (3) MPO (1) Puisi (1) Sejarah PMK (1) TIPS TRIK (1) TOKO (1)

Sabtu, 08 September 2012

about "gosip"


Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."(Mat. 12:33-37)

Apa suka Gosip atau Tidak...???



Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus...
Komunikasi bisa terjadi jika ada pembicara dan ada pendengar, atau ada pembeli, pastilah ada penjual, itu prinsip ekonomi yang paling sederhana, jadi sekalipun ada ratusan penjual dan barang dagangannya juga murah tapi bila tidak ada penbeli maka sia-sia saja si penjual tersebut. Setali tiga uang dengan hal itu, ada penggosip pastilah ada pendengar. Yaa....yang mulai senyum, pasti biasa menggosip atau pendengar setia gosip....

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus...
Gosip! Entah kita menggosip, atau kita yang digosipkan atau mungkin juga, kita hanya menjadi pendengar setia gosip, apa pun itu gosip sepertinya sangat manusiawi dan kita semua pasti pernah terlibat dalam hal ini, terlibat entah sebagai penggosip, sebagai orang yang digosipkan ataupun hanya pendengar setia bagi orang-orang yang bergosip, tetapi mari kita lihat apa kata firman Tuhan tentang gosip ini. Mari kita perhatikan kembali pembacaan kita, ay. 33-35 “...” ayat-ayat ini seperti pepatah yang mengatkan bahwa wajah adalah cerminan hati, jika wajah kita kelihatan sedih, maka hati kita sebenarnya sedang sedih, sekalipun kita paksa memberikan senyum kalau hati kita tidak tulus maka itu akan kelihatan di senyuman yang kita paksakan itu,...karena yang diucapkan mulut meluapnya dari hati! Itu jelas buat kita. Lalu bagaimana dengan gosip??? Menurut kamus besar bhs. Indonesia, gosip adalah obrolan-obrolan/ perbincangan negatif tentang orang lain. Dalam pembacaan kita ini dari ay.33-37 memang tidak secara langsung berbicara tentang gosip tetapi setidaknya memberikan makna untuk berhati-hati dalam berbicara, apalagi menyangkut orang lain.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus...
Hal gosip/menggosip sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selaku pemuda saat ini, bahkan ada orang sepertinya tidak tenang kalau sudah bertemu dan berkumpul dengan teman-temannya, sepertinya tidak lengkap kalau tidak membicarakan orang lain, melo sia melo tau senga’ dipokada paa..ia mo ke kadakenabang tau dipokada naa...tapi inilah hal aneh dari kita pemuda/i sekarang ini, biasanya kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan, padahal kata orang bijak “Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengarkan daripada bicara”, tapi kalau sudah masalah gosip atau perbincangan negatif tentang orang lain, kita malah antusia dan membuka telinga kita lebar-lebar... ”indanna tu mi sanga le?? Trus apa lagi..?? Ih...masak ia susi to tu lai’ anu?! Nang kukua siami dio mai paa.. dan banyak lagi yang kita bicarakan kalau soal gosip. Na iake susimi to tu responna tau ke ma’gosipki’ ko tambah semangat dukaki’ mpatarru’i dan lain sebagainya. Padahal dalam pembacaan kita ay.35 dikatakan “Iatu to melo penaanna umpasun siami melona dio mai anggenna melona lan lu batu ba'tangna; na iatu to kadake penaanna umpasun siami kadakena dio mai anggenna kadakena lan lu batu ba'tangna” dari hati yang baik muncul kebaikan, dan kita tahu bersama teman-teman bahwa membicarkan hal yang negatif tentang orang lain atau gosip itu tidak baik. Lanjut ay.36 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” Setiap kata yang sia-sia harus dipertanggungjawabkan!!! Ini yang penting, gosip itu ada manfaatnya?? Tidak ada! Apa ada untungnya membicarakan keburukan orang lain?? Tidak ada! Jadi gosip itu si-sia...tetapi harus dipertanggung jawabkan pada hari penghakiman! Dalam firman ini memang tidak secara langsung berbicara tentang gosip/ menggosip tetapi kata yang sia-sia, dan kita kita semua setuju kalau gosip itu kata-kata yang tidka ada gunannya, Tuhan membenci gosip! Tuhan tidak suka orang yang bergosip, tapi kalau teman-teman mau katakan kalau itu suka-suka saya Tuhan.. Ingat ay, 35. Kata sia-sia harus dipertanggungjawabkan. Ayat 37 pembacaan kita kembali menegaskan “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Luar biasa firman Tuhan teman-teman...menurut ucapan kita akan dibenarkan, bagaimana mau dibenarkan kalau kerjanya hanya menggosip melulu, bagaimana mau dibenarkan kalau setiap hari semua yang negatif, semua yang tidak baik selalu dibicarakan.. biasa tarangi tau ma’kada susite: tae’ki ma’gosip saba’ tonganna sia te kipokada... Mungkin yang kita bicarakan tentang orang lain itu benar tapi apa gunanya membicarakan kesalahan orang lain. Terus terang firman ini juga secara khusus ditujukan kepada pribadi saya, tae’ siara kumale bang gosip tau tapi memang harus diakui kalau ada orang yang bergosip kadang kita susah untuk tidak terlebat dalam pembicaraan tersebut.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus...
Gosip kalau digosok sepertinya makin sip ya?! Sekarang kita tau bahwa gosip/ menggosip itu dibenci oleh Tuhan, kadang kalau terlalu asyk bergosip biasa ada bumbu-bumbunya yang bertambah, iatu duka tu ma’gosip mpabu’tu kasisalan dan lain sebaginya, itu Tuhan tidak suka dan benci dengan gosip. Sebenarnya salah satu dari kunci gosip adalah pendengar bukan si penyebar gosip itu sendiri, coba pikir kalau ada simpul gosip yang datang dan kita acuhkan dia, pastinya dia kan merasa bahwa oh.. ternyata tidak ada yang tertarik dengan apa yang saya katakan ini, dan si simpul gosip ini juga pasti akan malas melanjutkan pembicaraannya. Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita bahwa untuk apa membuang-buang waktu membicarakan hal yang kebenarannya masih dipertanyakan, untuk apa membicarakan hal negatif tentang orang dan menyudutkan orang lain. Tidak ada gunanya menyediakan telinga untuk hal yang sia-sia...bukankah firman Tuhan bahwa kata yang sia-sia akan membawa kita kepada penghakiman?! Bedakan gosip dengan Curhat ya..kalau ada teman, sahabat yang curhat, itu harus kita dengarkan, tapi kalau hanya untuk mendengarkan hal yang tidak baik, untuk apa?! Saudara/i yang terkasih...Aku suka bergosip atau tidak...??! sebelum kita memilih untuk jadi tukang gosip atau tidak, ay. 37 “Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk bertumbuh menjadi pribadi yang disukai Allah, pemuda-pemudi yang say no to gosip. Terpujilah Krstus. Amin




NN

2 komentar: